Drugs Profile

Drugs Profile





Untuk mengawasi penggunaan obat oleh rakyat serta untuk menjaga keamanan penggunaannya, maka pemerintah menggolongkan obat sebagai berikut  :

Obat Bebas yakni obat yang dijual bebas, contoh : Tablet vitamin C, minyak kayu putih, Obat batuk putih, Obat batuk hitam, Tablet paracetamol.

Obat yang termasuk dalam golongan Obat Bebas Terbatas (dulu disebut daftar W), yaitu obat keras dengan batasan jumlah dan kadar isi berkhasiat dan harus ada tanda peringatan (P) boleh dijual bebas.contoh : antimo,

Obat keras (dulu disebut obat daftar G = gevaarlijik= berbahaya) yaitu obat berkhasiat keras yang untuk memperolehnya harus dengan resep dokter. Contoh :antibiotik

Obat Narkotik (dulu disebut obat daftra O=opiat) untuk memperoleh harus dengan resep dokter dan apotek diwajibkan melaporkan jumlah dan macamnya. Contoh :morfin, codein, heroin.

Psikotropika yakni obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusatdan menimbulkan kelainan perilaku. Contoh : Ectasy, sabu-sabu.

OWA (Obat Wajib Apotek) yakni obat keras tertentu yang dapat diserahkan oleh apoteker kepada pasien tanpa resep dokter. Contoh : krim antiseptic


1. OBAT BEBAS (OB)


Pada kemasannya terdapat tanda lingkaran hijau bergaris tepi hitam.

Merupakan obat yang paling “aman”, boleh digunakan untuk menangani penyakit-penyakit simptomatis ringan yang banyak diderita masyarakat luas yang penanganannya dapat dilakukan sendiri oleh penderita atau self medication (penanganan sendiri). Obat ini telah digunakan dalam pengobatan secara ilmiah (modern) dan terbukti tidak memiliki risiko bahaya yang mengkhawatirkan.

OB dapat dibeli secara bebas tanpa resep dokter, baik di apotek, counter obat di supermarket/toko swalayan, toko kelontong, bahkan di warung, disebut juga obat OTC (Over the Counter). Penderita dapat membeli dalam jumlah yang sangat sedikit, seperlunya saja saat obat dibutuhkan. Jenis zat aktif pada OB relatif aman sehingga penggunaanya tidak memerlukan pengawasan tenaga medis selama diminum sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan obat. Oleh karena itu sebaiknya OB tetap dibeli bersama kemasannya.

OB digunakan untuk mengobati gejala penyakit yang ringan yang bersifat nonspesifik, misalnya: beberapa analgetik atau pain killer (obat penghilang rasa nyeri), obat gosok, obat luka luar, beberapa antipiretik (obat penurun panas), beberapa analgetik-antipiretik (obat pereda gejala flu), antasida, beberapa suplemen vitamin dan mineral, dll.


2. OBAT BEBAS TERBATAS (OBT)



Pada kemasannya terdapat tanda lingkaran biru bergaris tepi hitam.

Obat ini sebenarnya termasuk dakam kategori oba